Jumat, 16 Januari 2015

NAIK TURUN HARGA BBM

NAIK TURUN HARGA BBM

Naik harga BBM sangat meresahkan masyarakat seluruh Indonesia, pasalnya BBM adalah hal yang sangat sensitive di Indonesia. Bahan bakar minyak (BBM) dalam kehidupan sehari hari sangat  banyak di gunakan, bayangkan saja motor, mobil, di Jakarta sudah banyak sekali kendaran bermotor yang sangat ketergantungan dengan BBM.

Hal yang paling unik di Indonesia adalah setiap dengan adanya kenaikan BBM sering kali di demo, dan juga sering kali merusak infrastruktur infrastruktur yang ada seperti pagar DPR dan lain lain. Di era seperti sekarang ini kita mungkin harus sedikit realistis dengan kenyataan dan juga realistis terhadap segala kemungkinan di pasar era global ini. Kembali ke topic BBM, harga minyak mentah dunia di akhir tahun dan awal tahun ini mengalami penurunan dan semakin hari cenderung selalu turun, namun pertanyaannya sekarang mengapa pemerintah menaikan harga BBM?.

Jawabannya realistis seperti yang saya maksudkan diatas adalah untuk pertanyaan seperti ini, Indonesia mempunyai data premium akan mengalami kelebihan sebesar 521.367 kiloliter (kl), minyak tanah sebesar 21.295 kl, dan solar kelebihan 1,08 juta kl dari kuota yang dipatok dalam APBN-P 2014.
“Maka, total over kuota tahun ini mencapai 1,62 juta kl,” kata dia di Jakarta, Kamis (18/9).
Kuota BBM jenis premium diperkirakan habis pada 24 Desember, kerosine atau minyak tanah pada 22 Desember, sedangkan solar pada 6 Desember.

M Iskandar, Vice President Fuel Marketing Pertamina, mengatakan penghematan terhadap konsumsi solar akan memberikan dampak yang lebih besar. Ini karena besaran subsidi untuk BBM jenis ini merupakan yang terbesar dibandingkan BBM jenis lain.
“Juga soal pengawasan penggunaannya, solar cukup sulit,” ujarnya.
Suhartoko, Vice President Distribution Fuel and Marketing Pertamina
http://katadata.co.id/berita/2014/09/18/kuota-bbm-subsidi-habis-pertengahan-desember-2014

Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan, mengatakan pengendalian terhadap penyaluran solar bersubsidi paling sulit dilakukan dibanding jenis BBM subsidi lain seperti bensin dan minyak tanah.

“Kalau mau orang selundupkan ya solar lebih menarik,” tutur dia.

Dia menegaskan, pengendalian terhadap solar akan menghemat anggaran lebih signifikan mengingat selisih antara harga dan besaran subsidi yang diberikan lebih besar dibanding bensin dan minyak tanah.
Langkah pegendalian yang paling tepat dilakukan, menurut dia, adalah menaikan harga BBM bersubsidi.

“Utamanya sih kenaikan harga yang paling itu (berdampak). Mungkin ada upaya lain tapi harus ada kenaikan harga kalau mau segitu (kuota 46 juta kl),” kata Bambang.

Dengan adanya pernyataan tersebut, wajar saja pemerintah mengambil langkah agar apbn tidak deficit mau tidak mau harus menaikan harga BBM dengan pertimbangan menstabilkan APBN di saat yang tidak tepat , dan memang pas sekali harga minyak mentah dunia sedang turun jadi terkesan ada pertanyaan di hati hati masyarakat, why? Mungkin ini bias menjelaskan sedikit pandangan orang awam yang tentang mengapa harga BBM naik dari sudut pandang positif saya.

Lalu muncullah polemic polemic baru dengan kejadian di bulan januari 2015 BBM diturunkan. Artinya, harga BBM premium turun sebesar Rp 1.000 per liter, dan solar turun Rp 850 per liter. Ini diumumkan Presiden Jokowi di halaman Istana, Jumat (16/1/2015).

"Harga premium mulai Minggu malam (18/1/2014) jam 24.00 wib atau Senin pukul 00.00 wib, harga premium diturunkan menjadi Rp 6.600 per liter dan solar turun jadi Rp 6.400 per liter," kata Jokowi.
Ini muncul pertanyaan yang unik kembali dari seluruh masyarakat Indonesia, mengapa demikian bagi pendapat awam sekali lagi pasti berfikir ini adalah pencitraan jokowi dalam menurunkan,
Ini kali kedua, Presiden Jokowi menurunkan harga BBM. Penurunan harga sebelumnya dilakukan pada Rabu (31/1/2014). Di mana, bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium menjadi Rp 7.600 per liter tanpa subsidi dari sebelumnya Rp 8.500 per liter.

Sementara harga solar mendapatkan subsidi Rp 1.000 menjadi Rp. 7.250 per liter. Harga BBM yang baru ini resmi berlaku pada 1 Januari 2015 pukul 00.00 wib. Penyesuaian harga BBM ini mengekor harga minyak mentah dunia yang sedang susut. 

Kala itu penurunan harga BBM diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, di kantor Kemenko Perekonomian.
Harga minyak dunia merupakan salah satu indikator perhitungan harga jual BBM, selain rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Perhitungannya adalah penentuan harga rata-rata Mean of Plats Singapore (MOPS) tanggal 24-25 bulan sebelumnya (Desember) sampai tanggal 24 bulan berjalan (Januari). Kemudian rata-rata dolar, ditambah Alpha plus biaya, kewajiban Pertamina dan menjamin minyak di seluruh Indonesia, maka ditentukan harga jual," jelas Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil belum lama ini. (Nrm)

Selain focus terhadap kenaikan dan penurunan harga BBM agak sedikit tidak masuk akal mengapa saat BBM belum naik harga bahan pokok sudah ikut otomatis naik dan padasaat BBM turun saaat semuanya yang tadinya naik dengan alasan BBM naik tidak menjadi turun, sisi positif cara pandang saya adalah ini mungkin memeberikan standart yang membuat level daya beli masyarakat mau tidak mau meningkat, dan ini harus di iringi juga dengan pendapatan masyarakat yang harus meningkat. Selain dari sisi ekonomi kita lihat juga di sector transportasi ikut juga berdampak kenaikan tariff yang didasari dengan naiknya tariff harga BBM. Namun pada saat BBM turun tidak menurunkan harga juga sama seperti bahan makan pokok lainya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan bahwa Pemprov DKI akan menyesuaikan tarif angkutan umum seiring penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Menurut dia, penyesuaian tarif angkutan umum juga tergantung Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI. [1]

"Seharusnya kalau harga BBM subsidi turun, ya tarifnya disesuaikan, kami enggak tahu hitungannya bagaimana. Organda itu giliran tarifnya naik mau, giliran harga BBM turun enggak mauturunin tarif angkot," kata Basuki, di Balai Kota, Jumat (16/1/2015). [Baca: Tarif Angkutan Umum di Jakarta Akan Diturunkan]

Basuki mengaku lebih menyenangi apabila seluruh transportasi massal di bawah pengelolaan PT Transjakarta dan melalui sistem pembayaran rupiah per kilometer. Apabila menggunakan sistem itu, sudah diketahui jumlah alokasi BBM untuk transportasi massal tersebut.

Kemudian, para pramudi juga tidak perlu khawatir sepi maupun ramainya penumpang karena akan digaji tiap bulannya. "Dinas Perhubungan lagi urus soal penyesuaian tarif angkota ini, pasti nanti dilaporkan ke saya. Karena penyesuaian tarif angkot ini diputuskan melalui SK Gubernur," kata Basuki. Pada berita


[1] Petrus lelyemin “kuota BBM subsidi habis oertengahan December 2014”( Jakarta : katadata ) h.1
lelyemin . loc.cit
ibid, h. 1-1
lelyemin. Op.cit

[2] Nurmayanti , “ harga bbm premium turun  jadi Rp6600 solar Rp 6400”, ( Jakarta :liputan6.com ) h..1
Nurmayanti. Loc.cit.
Ibid, h.1-1
Nurmayanti . Op.cit

[3] kurnia sari aziza , “ ahok organda giliran harga BBM turun tak mau turunkan tariff angkot” ( Jakarta : megapolitan kompas ) h.1
aziza . loc.cit.
ibid, h.1-1.
Aziza. Op.cit.

REFERENSI :

[1] donang wahyu, kuota BBM subsidi habis oertengahan December 2014 (http://katadata.co.id/berita/2014/09/18/kuota-bbm-subsidi-habis-pertengahan-desember-2014)
[3] penulis : kurnia sari aziza , editor desy afrianti, ahok organda giliran harga BBM turun tak mau turunkan tariff angkot ( http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/16/17404941/Ahok.Organda.Giliran.Harga.BBM.Turun.Tak.Mau.Turunkan.Tarif.Angkot )

[4] Alsadad Rudi , tarif angkutan umum di Jakarta akan diturunkan ( http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/16/15595211/Tarif.Angkutan.Umum.di.Jakarta.Akan.Diturunkan )