KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
Ilmu budaya
dasar adalah suatu ilmu yang menjelaskan tentang budaya dasar yang bisa di
terapkan di berbagai bidang salah satunya dalam kesusastraan.
~ Pendekatan dalam kesusastraan
pendekatan dalam kesusastraan sangat berhubungan dengan seni
dan sastra. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh
karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari
kreativitas
manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang
mengandung unsur keindahan. Selain itu sastra juga berhubungan dengan
pendekatan dalam kesusastraan, sastra menurut salah 1 ahli yaitu plato Sastra
adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya
sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model
kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia
ide. Selain itu sastra juga penting sekali dalam kehidupan ilmu budaya dasar
dan sastra mempunyai peranan penting didalamnya sebagai contoh di Indonesia yang
sangat akan budaya ini sastra dijadikan sebagai tata bahasa yang di gunakan
yang mencerminkan suatu suku dan daerah.
~ Ilmu budaya yang dihubungkan dengan prosa
Selain sastra dan seni, prosa adalah salah satu
yang cukup berhubungan dengan ilmu budaya dasar, Prosa adalah suatu
jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya
lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata
prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya
"terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk
mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk
surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media
lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa
lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan
prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun. Porsa terdiri
dari beberapa jenis yaitu :
- Prosa naratif
- Prosa deskriptif
- Prosa eksposisi
- Prosa argumentatif
Prosa lama merupakan karya sastra yang belum mendapat
pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat. Karya sastra prosa lama yang
mula-mula timbul disampaikan secara lisan, disebabkan karena belum dikenalnya
bentuk tulisan. Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke indonesia,
masyarakat menjadi akrab dengan tulisan, bentuk tulisan pun mulai banyak
dikenal. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah
babak-babak sastra pertama dalam rentetan sastra indonesia mulai ada. Adapun
bentuk-bentuk sastra prosa lama adalah :
Selain porsa
lama terdapat juga prosa baru, Prosa baru adalah karangan prosa yang
timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat. Bentuk-bentuk prosa
baru adalah sebagai berikut:
~ Nilai Nilai dalam prosa fiksiProsa Fiksi adalah kisahan atau ceritera yang diemban oleh palaku-pelaku tertentudengan pemeranan, latar serta tahapan dan rangkaian ceritera tertentu yangbertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu ceritera. Dan juga dalam prosa fiksi mempunyai nilai nilai yaitu :
Prosa fiksi memberikan kesenangan kepada si pembaca karena tulisan mereka yang unik dan menarik dan membuat halusinasi mereka berjalan. Selain itu Prosa fiksi memberikan informasi informasi bagi si pembaca agar si pembaca bisa di sukai dari berbagai kalangan, lalu Prosa fiksi memberikan warisan cultural dapat menstimulasi imajinasi dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa, dan juga Prosa memberikan keseimbangan wawasan. Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu, berikut adalah contoh 2 karya sastra :
MATA
HATI
Dinginnya
udara tak surutkan hati ini
setiap
nafas ini kan menjadi sebuah proses hidup
menahan
segala rintangan yang menghadang
keinginan
tuk membawa sebuah perubahan dalam hidup
sebuah
kerinduan yang tidak bisa dibedung lagi
mata
hati ini hanya bisa melihat dan merasakan keindahanmu
tak
dapat ku sangka hati ini telah jatuh
jatuh
hati kepada dirimu
Mata
hati mampu mengubah segalanya dengan penuh keyakinan
dan
dengan penuh keindahan…
CINTA
PERTAMA
Tanpa dia
aku tak brguna,
Kehilangannya,membuat hatiku lara,
Separuh nafasku,mengandung cintanya,
Seluruh hdupku,tercipta karnanya. . .
Kehilangannya,membuat hatiku lara,
Separuh nafasku,mengandung cintanya,
Seluruh hdupku,tercipta karnanya. . .
Jangan
lukai hatiku,
Hingga tangis menemaniku,
Aku takkn berdaya tanpamu,
Karena dirimu cinta pertamaku. . .
Hingga tangis menemaniku,
Aku takkn berdaya tanpamu,
Karena dirimu cinta pertamaku. . .
Pernah
kucoba melupakanmu,
Namun cintaku tetap utuh untukmu,
Dengarkan suara hatiku,
Yang selalu memanggil namamu,
Dan haus akan cinta kasihmu. . .
Namun cintaku tetap utuh untukmu,
Dengarkan suara hatiku,
Yang selalu memanggil namamu,
Dan haus akan cinta kasihmu. . .
PROSA
TENTANG GURU
Empat Tahun menelusuri jalan akademik
Memutar otak
Mengatur strategi
Membangun paradigma
Merajut kecintaan dan semangat
Penghujung waktu terdengar dan tercetus bait
“Kami calon manusia pendidik bertekad
….mengabdi pada masyarakat, menyebarkan ilmu, dan mencerdaskan anak bangsa…”
He…he…kedengarannya serius.
Hai…tapi tunggu…tunggu dulu…”sepertinya ada
yang salah dalam bait itu…apa ya..???
Cita-cita????….memang itu yang akan jadi lakon
hidup guru…
Jadi sukses dalam karier guru????…ah itu sih
tergantung
Jadi konglomerat ??? wah itu namanya
ketelingsut …
Tapi apa mungkin ya….
Beberapa bulan yang lalu…aku coba berlabuh
pada sebuah institusi pendidikan
Lebih kerennya sih “Sekolah favorit”
Tampak dari kejauhan gedung itu megah…
Tampak ketengah halamannya luas…waw
Tampak ke dalam …lebih luar biasa…
Tiba-tiba…hatiku berkata…ayo bangun…bangun…bangun…
Lihat…lihat…dihadapanmu ada anak-anak bangsa
yang menggeliat kesakitan
Tolong mereka…angkat mereka…antarkan mereka ke
depan pintu gerbang kebaikan, kesuksesan, kemandirian, dan bla..bla…
Mereka sakit!!!!…….
Ya…sakit sikapnya…sakit otaknya…sakit
Harapannya…
Dalam analogiku …mereka itu laksana tembikar
yang tergastur apik namun tak Tersentuh dalam proses
Mereka itu laksana kayu..kayu yang kerap
menopang pada dahan lain
Mereka itu laksana air…air yang mulai
terkontaminasi oleh formula asing yang berakibat virus…
Pikirkan…!!!.pikirkan!!!
Tersadar diriku…rekeningku bertuliskan
angka-angka yang lumayan…
fantastis…tidak juga…
Lumayan…ya…sangatlah….
Sekadar mampir ke warteg dan singgah ke
kontrakan yang beraroma rupa
Setahun sudah impianku terbangun di gedung
megah itu…
Rumah sendiri…
Status sosial merangkak naik
Kata-kata motivasi terbangun…
Selamat tinggal kemiskinan dan aku benci
kemiskinan…..
Namun…..langkah-langkahku demikian
beratnya..manakala tuntutan hidupku berubah dan takdir masih mengakrabi dalam
sebuah dilema….
Aku seorang pahlawan..
Sepanjang jaman…sebagai penjual jasa…pahlawan
tanpa tanda jasa
Pahlawan yang hidup di rumah kontrakan
Pahlawan yang menopang jalan hidupnya dengan
kedua kakinya
Pahlawan yang teronggok di sampah untuk
mengais tambahan
Pahlawan yang tergopoh-gopoh melebarkan sayap
lesnya untuk harapan
Pahlawan yang hanya bisa beli obat warungan
dan berharap rembes-an
Namun….dihari guru ini….akhirnya aku pun punya
penghargaan
Terdengar merdu…
Dan membangkitkan bulu roma
Untuk menafsirkan makna seorang guru
Dari bentangan nada indah…
“Kita jadi pintar dibimbing Pak guru…Kita jadi
pandai dibimbing Bu guru
“guru bak pelita, penerang dalam gulita…jasamu
tiada tara”
Akhirnya…kuputuskan untuk melanjutkan hidupku
dalam prosa guruku dan aku ingin meniru sapa syair sang pujangga
Jadilah engkau seperti pohon di puncak bukit
yang tumbuh tegak dan rimbun;
Kalau engkau tidak bisa seperti pohon di
puncak bukit, jadilah engkau seperti pohon yang tumbuh di tepi jalan
untuk menaungi pejalan kaki dari teriknya matahari;
Kalau engkau tidak bisa seperti pohon
yang tumbuh di tepi jalan, jadilah engkau seperti semak belukar yang tumbuh di
tanggul sungai untuk menahan lajunya air;
Kalau engkau tidak bisa seperti semak belukar
yang tumbuh di tanggul sungai, jadilah engkau seperti bunga bakung yang
diam-diam berbunga di musim kemarau dan penghujan;
Kalau engkau tidak bisa seperti bunga bakung,
jadilah engkau seperti rumput manis yang tumbuh di jalan setapak, yang
membawa orang pada mata air kehidupan, sebab tidak semua orang harus menjadi
besar, kuat dan perkasa, tetapi sejauh mana engkau membuat hidupmu bermakna.
(Khalil Gibran)
Semoga teladan itu tetap menghiasi diri kita
Dan semangat untuk bangkit pun tetap menyala
Menjadi pelita yang selalu menerangi
Langkah-langkah anak bangsa….
Selamat Hari Guru
Semoga Allah Meridhoi kita
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya. Dari curahan hati tersebut adalah salah satu dari bagian hal yang dapat membangun kreativitas penyair dalam menyajikan puisi yang sempurna. Dalam ilmu budaya dasar puisi sama seperti seni dan bagian dari sastra semua saling berhubungan, puisi kali ini sudah jarang sekali kita dengar karena makin berkembang pesatnya budaya barat yang mengacu dengan menurunkan kreativitas si penyair. Berikut saya berikan contoh puisi :
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Tidak ada komentar:
Posting Komentar